Huawei Vision a.k.a U8850



Biarpun sama-sama diusung oleh perusahaan berkelas dunia, nasib ponsel Android Huawei di Indonesia bertolak belakang dengan Samsung. Samsung laris manis, sedangkan Huawei belum terlalu menggembirakan.

Padahal, ragam dan kualitas produk Android Huawei sebenarnya tidak kalah dengan Samsung. Sayang, iklannya bak angin sepoi-sepoi. Dalam pantauan penulis, Huawei juga berkali-kali kurang cepat mengoreksi harga kala kompetitornya menurunkan harga.

Satu contoh baru ketidakberuntungan Huawei terjadi di Huawei Vision alias U8850. Keberadaan peranti bersistem operasi Android 2.3 alias Gingerbread itu jarang diketahui konsumen. Bahkan, sebagian pemilik gerai ponsel yang rutin menjual peranti Android pun belum mengenalnya.

source : gsmarena

Ada dua hal utama yang pantas dicermati di Vision. Pertama, tampilan fisik ponsel itu cantik dan terkesan futuristik. Bodinya yang ramping dan berwarna perak terbuat dari campuran aluminium. Tebalnya hanya 9,9 mm.

Layar sentuhnya yang melengkung konon dibuat memakai teknologi yang lazim digunakan untuk memproduksi arloji kelas atas di Swiss. Satu layar sentuh Vision harus melalui 25 proses produksi berbeda selama 17 jam.

Kedua, tampilan antarmuka alias user interface Vision juga memikat mata. Yang disajikan kepada pengguna bukan tampilan standar, melainkan tampilan 3D. Layaknya sebuah komidi putar atau carousel, pengguna bisa memutarnya ke kiri-kanan.


Desain yang prima dipadu tampilan antarmuka yang unik membuat peranti itu tidak sekadar enak digenggam. Selama berhari-hari penulis menguji pakainya, Vision juga terbukti nyaman dilihat dan dioperasikan. Karena itu, wajar kalau tahun lalu ia sempat merengkuh iF Design Award 2012. Pada kompetisi desain produk berskala global yang eksis sejak 1953 itu, Vision menyisihkan 4.322 kandidat dari 48 negara.

Tiga permainan, yaitu Angry Birds, Asphalt 6, dan Order & Chaos Online HD telah ditanamkan ke Vision. Si “Burung Marah” langsung siap dimainkan. Sedangkan dua permainan lain mengharuskan pengguna mengunduh data tambahan via Wi-Fi dulu. Masing-masing sebesar 535 MB dan 685 MB.

source : gsmarena


Untuk mengolah dokumen telah disiapkan Documents To Go. Dengan memakai aplikasi itu, pengguna bisa membaca maupun membuat file dokumen baru.

Ingin mencari aplikasi tambahan?

Selain masuk ke Android Market, pengguna dapat mengakses Hi Space. Di pasar aplikasi ala Huawei itu, sebagian aplikasi hanya menyajikan menu berbahasa Tiongkok.

Prosesor 1 GHz, ROM 2 GB, RAM 512 MB, GPS, Wi-Fi, bluetooth, dan mendukung layanan HSPA 14,4 Mbps adalah sebagian spesifikasi lain Vision. Tersedia pula radio FM dan slot microSD. Layar sentuhnya berukuran 3,7 inci, kapasitif, dan memiliki resolusi 800 x 480 piksel.

Kekurangan utama Vision yang kini dijual Rp 2,9 juta hingga Rp 2,95 juta, shutter lag kameranya tergolong parah. Pengguna pasti kesulitan mengabadikan objek bergerak. Hal tersebut patut disayangkan. Sebab, kamera lima megapiksel Vision sebenarnya mampu menghasilkan foto yang cukup tajam. 
Kamera dengan autofocus dan lampu kilat itu sanggup pula memproduksi video berdefinisi tinggi 720 p.

Baterai lithium ion 1.400 mAh yang sengaja ditanamkan ke bodi Vision boleh ditambahkan sebagai sisi minus. Minimal hal itu akan mempersulit pengguna Android yang gemar menyiapkan baterai tambahan untuk gadget kesayangannya.





Huawei Vision a.k.a U8850