Cara Kerja Wireless Charging



Kemajuan dalam bidang wireless tidak hanya dari segi transfer data. Bahkan saat ini pengisian baterai pun telah dapat dilakukan tanpa kabel. Hanya dengan meletakkan ponsel ke atas unit wireless charger, ponsel secara otomatis terisi daya baterainya.

Pengisian nirkabel atau wireless charging didasarkan pada prinsip wireless daya atau magnetic resonansi yang mana listrik ditransfer antara dua benda melalui kumparan. Wireless charging terdiri dari kumparan primer sebagai charger (biasanya berbentuk papan atau silinder tipis), sedangkan kumparan sekunder terletak pada bagian belakang ponsel.

Diagram proses transfer daya nirkabel

Cara Kerja
  1. Tegangan listrik utama diubah menjadi arus bolak-balik dengan frekuensi tinggi.
  2. Arus bolak-balik (AC) dikirim ke kumparan pemancar dengan frekuensi tinggi oleh rangkaian pemancar.
  3. Arus bolak-balik yang mengalir dalam kumparan pemancar menginduksi medan magnet yang meluas ke kumparan penerima (dalam jarak tertentu).
  4. Medan magnet menghasilkan arus dalam kumparan penerima perangkat. Proses dimana energi ditransmisikan antara pemancar dan penerima kumparan juga disebut sebagai kopling magnet atau resonansi dan dicapai oleh kedua kumparan beresonansi pada frekuensi yang sama.
  5. Arus yang mengalir dalam kumparan penerima diubah menjadi arus searah (DC) dengan rangkaian penerima, yang kemudian dapat digunakan untuk mengisi baterai.

Melalui proses yang diuraikan di atas, daya listrik dapat ditransfer dengan aman melalui celah udara dan juga melalui benda non-logam yang ada di antara kumparan yaitu kayu, plastik, granit. Penambahan gulungan transmitter extra (lebih besar) juga dapat memperluas jangkauan di mana daya listrik dapat ditransfer nirkabel atau tanpa kabel.







Cara Kerja Wireless Charging

0 Response to "Cara Kerja Wireless Charging"

Posting Komentar