Nokia adalah perusahaan ponsel yang sangat mendunia. Beberapa ponsel sederhana yang diproduksi oleh pabrikan asal Finlandia ini telah terjual ratusan juta unit.
Nokia 1650 mencapai popularitas tertingginya meskipun dibuat ketika ponsel lebih modern dengan lebih banyak fitur, misalnya layar berwarna, kamera internal yang juga telah tersedia di pasaran ponsel. Dan di Indonesia kala itu, saya masih ingat dengan sebutan ponsel buatan Nokia adalah hape sejuta umat.
Karena Nokia sendiri menargetkan penjualan ponselnya untuk negara-negara berkembang dan pengguna yang tidak memerlukan fitur canggih yang hanya sekedar membutuhkan membuat panggilan, mengirimkan pesan teks, jam alarm dan pengingat.
Konektivitas
Ponsel ini mendukung satu slot SIM GSM 900 / 1800 tanpa didukung koneksi internet dengan jaringan hanya GSM saja.
Layar
Nokia 1650 sendiri hadir dengan bentang 1,8 inci berjeni CSTN 65 ribu warna beresolusi 128 x 160 piksel dengan kerapatan 114 piksel per inci.
Desain
Ponsel fitur dari Nokia ini memiliki dimensi tinggi 104,2 mm lebar 43,8 mm ketebalan 17,8 mm dan berat 80 gram. Hadir dengan cover dengan warna dual tone yang bisa dibongkar dan diganti, karena banyak tersedia di pasaran dengan berbagai pilihan corak dan warna.
Desain ini mirip dengan Nokia 1680 hanya beda di layar dan kehadiran kamera, ya ciri khas Nokia lah. Saya pun memiliki Nokia 1650 dan semua berfungsi normal tanpa kendala, meskipun tombol-tonmbolnya sudah tidak berbentuk.
Desain ini mirip dengan Nokia 1680 hanya beda di layar dan kehadiran kamera, ya ciri khas Nokia lah. Saya pun memiliki Nokia 1650 dan semua berfungsi normal tanpa kendala, meskipun tombol-tonmbolnya sudah tidak berbentuk.
Fitur
Ponsel ini hadir dengan aplikasi yang amat sederhana, kalkulator, stopwatch, teks prediktif, berkirim pesan singkat dan tambahan game Snake Xenzia, Beach Rally, Soccer League.
Baterai
Nokia melengkapi seri 1650 dengan baterai BL5C berkapasitas 1050 mAh yang sanggup bertahan hidup dalam status siaga hingga 5 hari.
Review Nokia 1650




