Perkembangan teknologi ponsel belakangan ini semakin canggih dan modern. Pabrikan ponsel pintar dunia berlomba-lomba saling beradu kemajuan teknologi demi menggaet para pengguna ponsel pintar dan demi gengsi dan harga diri sebuah nama besar. Meracik ponsel dengan layar yang semakin jernih dan halus yang seolah-olah tanpa batas.
Ponsel saat ini membawa masyarakat menjadikan teman disetiap aktivitas sehari-harinya. Tak jarang juga banyak masyarakat yang betah berlama-lama menatap layar ponselnya tersebut. Namun perlu diketahui mata kita punya batasan untuk melihat pixel pada layar ponsel.
Dengan demikian banyak vendor atau perusahaan-perusahaan smartphone ataupun gadget lainnya menjadikan resolusi layar sebagai senjata dalam penjualannya. Memang untuk sebagian orang sudah paham apa itu resolusi layar dan ppi nya. Akan tetapi sebaliknya masih banyak yang belum mengatahuinya.
PPI adalah satuan banyaknya piksel dalam inchi. Semakin besar ppi maka semakin jernih pula layar tersebut. Hal ini berpengaruh terhadap kualitas gambar/video yang ditampilkan, serta kemampuan grafis untuk bermain game.
Makin besar resolusi dan kepadatan pixel per inchi yang dimiliki, makin bagus kualitasnya. Tapi satu hal yang perlu diingat, bagus tidaknya kualitas layar adalah besar resolusi layar dalam satuan pixel dan bukan besarnya bentang ukuran layar yang dinyatakan dalam satuan inchi
Pixel Density atau densitas piksel mengacu pada konsentrasi piksel pada layar tertentu, diukur dalam pixel per inch (ppi). Kerapatan piksel dihitung dengan membagi resolusi pixel diagonal layar dengan ukuran diagonal. Dengan kata lain, semakin kecil ppi maka setiap pixel bisa semakin terlihat jelas.
Perlu diketahui bahwa mata manusia sendiri sudah tidak dapat melihat secara jelas dan detail per pixel nya jika kepadatan layarnya sudah di atas 300 ppi. Steve Jobs, mantan CEO Apple saat peluncuran iPhone 4 beberapa tahun yang lalu pernah mengatakan bahwa terdapat sesuatu yang istimewa pada 300 ppi.
Dicontohkan jika kita memegang suatu perangkat layar yang berjarak sejauh 10-12 inch dari mata, maka retina manusia tidak dapat melihat atau membedakan piksel dari perangkat layar tersebut. Untuk sebuah resolusi layar, semakin besar resolusinya bukan berarti gambarnya semakin halus tampilannya, karena halus atau tidaknya layar bergantung juga pada ukuran layar dalam satuan inci.
Perbandingan ukuran layar dan resolusi layar akan menentukan kepadatan layar tersebut yang dinyatakan dengan satuan ppi (pixel per inch), semakin tinggi nilai ppi maka semakin padat dan semakin halus.
Dicontohkan jika kita memegang suatu perangkat layar yang berjarak sejauh 10-12 inch dari mata, maka retina manusia tidak dapat melihat atau membedakan piksel dari perangkat layar tersebut. Untuk sebuah resolusi layar, semakin besar resolusinya bukan berarti gambarnya semakin halus tampilannya, karena halus atau tidaknya layar bergantung juga pada ukuran layar dalam satuan inci.
Perbandingan ukuran layar dan resolusi layar akan menentukan kepadatan layar tersebut yang dinyatakan dengan satuan ppi (pixel per inch), semakin tinggi nilai ppi maka semakin padat dan semakin halus.
Kita gambarkan dengan contoh sederhana, ukuran layar 5 inci dengan resolusi 1080×1920 pixel menghasilkan kepadatan 441 ppi, resolusi 1080×1920 pixel dengan ukuran layar 15 inch akan menghasilkan kepadatan 146 ppi. Dari contoh diatas kita bisa melihat dengan resolusi yang sama tetapi dengan ukuran layar yang berbeda maka menghasilkan kepadatan yang berbeda.
Semakin tinggi ppi memang membawa kenikmatan visual yang semakin indah dan halus saat dalam penjelajahan. Namun dibalik kenikmatan itu dapat berimbas pada borosnya pemakaian konsumsi daya baterai, karena harus memaksa kinerja GPU semakin tinggi akibat dari semakin tingginya resolusi ppi pada ponsel.
Jadi, semakin tinggi ppi semakin tinggi pula penggunaan energi baterainya, dan juga berimbas pada penggunaan data yang dipakai atau dihasilkan.
Apa Itu Density Pada Layar Ponsel


